Politik Inklusif di Situbondo: Pernah Beda Pilihan, Kini Tetap Dipercaya Jadi Khotib

Selasa, 26 Mei 2026 | 14:51:08 WIB

SITUBONDO — Pemerintah Kabupaten Situbondo menegaskan komitmennya membangun budaya pemerintahan yang inklusif dan terbuka pasca Pilkada 2024. Di bawah kepemimpinan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah, penempatan tokoh masyarakat dalam berbagai peran publik disebut tidak lagi didasarkan pada latar belakang politik, melainkan kapabilitas dan kompetensi masing-masing.

Kabag Kesra Pemkab Situbondo, Iwan Subakti, mengatakan semangat tersebut juga diterapkan dalam pengelolaan kegiatan keagamaan, termasuk penunjukan takmir masjid maupun khotib Shalat Idul Adha di lingkungan pemerintah daerah.

“Pemkab di bawah kepemimpinan Mas Rio dan Mbak Ulfi tidak pernah mengotak-ngotakkan sosok. Keputusan didasarkan pada kapabilitas dan kemampuan di bidang masing-masing, termasuk dalam penunjukan sebagai takmir masjid maupun khotib shalat Id,” kata Iwan, Selasa (26/5/2026) malam.

Menurut dia, pemerintahan saat ini ingin meninggalkan pola lama yang sarat sekat politik pasca kontestasi pilkada dan lebih mengedepankan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Setiap orang punya ruang yang sama. Bahkan meski dulu ada pihak yang berbeda pilihan politik, kini tetap memiliki hak yang sama untuk ikut berkontribusi,” ujarnya.

Iwan menilai pendekatan tersebut penting untuk menciptakan suasana sosial yang lebih harmonis dan kondusif di tengah masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, ingin memastikan seluruh warga dapat ikut membangun Situbondo tanpa dibayangi perbedaan politik masa lalu.

“Yang dibutuhkan Situbondo hari ini adalah kolaborasi. Kalau punya kemampuan dan niat baik untuk membangun daerah, maka ruang itu terbuka untuk siapa saja,” katanya.

Semangat keterbukaan itu salah satunya terlihat di Masjid Agung Al-Abror ang berada di kawasan Pemerintah Kabupaten Situbondo. Masjid tersebut menjadi pusat aktivitas keagamaan ASN sekaligus masyarakat umum.

Ketua Takmir Masjid Al-Abror, Habib Muhammad bin Abubakar Al Muhdar mengakui suasana yang lebih inklusif membuat aktivitas kemasjidan berjalan lebih terbuka dan partisipatif.

“Masjid ini milik umat. Siapa saja terbuka untuk ikut memakmurkan masjid. Yang penting punya niat baik,” ujar Habib Muhammad.

Habib Muhammad mengatakan jamaah shalat berjamaah di Masjid Al-Abror juga terus meningkat, terutama pada waktu Dzuhur. Banyak ASN dan pegawai dari kantor-kantor di sekitar kompleks Pemkab Situbondo rutin mengikuti shalat berjamaah.

“Kalau saya menjadi imam shalat Dzuhur, jamaah dari kantor-kantor sekitar banyak yang datang. Dari lingkungan pemda, perpustakaan, dan lainnya. Dari Senin sampai Kamis ramai, Alhamdulillah,” katanya.

Selain aktivitas ibadah harian, Takmir Masjid Al-Abror saat ini juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah. Tahun ini, khotib Idul Adha dijadwalkan diisi oleh KH. Moh. Jaiz Masduqi.

“Setelah Shalat Idul Adha, kami langsung melaksanakan penyembelihan hewan kurban sekitar pukul 08.00 sampai 09.00 WIB,” ujar Habib Muhammad.

Pendekatan inklusif yang dibangun Pemkab Situbondo tersebut dinilai menjadi bagian dari visi “Situbondo Naik Kelas” yang diusung Mas Rio dan Mbak Ulfi, tidak hanya dalam pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dalam membangun budaya politik yang lebih dewasa, harmonis, dan merangkul seluruh elemen masyarakat.[]

Terkini