BRI BO Genteng Kelola 220 Merchant EDC, Transaksi Digital Kian Diminati Pelaku Usaha

BRI BO Genteng Kelola 220 Merchant EDC, Transaksi Digital Kian Diminati Pelaku Usaha

GENTENG — Penggunaan sistem pembayaran non-tunai di kalangan pelaku usaha di Banyuwangi dan sekitarnya terus meningkat. Hal itu tercermin dari bertambahnya jumlah merchant yang menggunakan layanan Electronic Data Capture (EDC) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office (BO) Genteng.

Hingga 27 Juli 2026, BRI BO Genteng mengelola 220 merchant EDC, meningkat dibandingkan akhir Desember 2025 yang tercatat sebanyak 217 merchant. Melalui layanan tersebut, pelaku usaha dapat menerima berbagai metode pembayaran, mulai dari kartu debit, kartu kredit, QRIS, hingga kartu uang elektronik BRIZZI.

Branch Office Head BRI BO Genteng, Grasiano Pandu Setiawan, mengatakan pertumbuhan jumlah merchant menunjukkan semakin tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan pembayaran digital yang disediakan BRI.

"BRI terus berkomitmen menghadirkan solusi pembayaran digital yang mudah, aman, dan andal bagi para pelaku usaha. Pertumbuhan jumlah merchant EDC di wilayah kerja BRI Branch Office Genteng menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan digital BRI," kata Grasiano, Kamis (30/7/2026).

Menurut dia, perluasan jaringan merchant EDC merupakan bagian dari upaya BRI mendukung transformasi digital di sektor perdagangan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia berharap penggunaan EDC terus meluas sehingga semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai dalam kegiatan usahanya.

"Kami berharap penggunaan EDC semakin luas sehingga dapat mendukung pertumbuhan bisnis merchant sekaligus memperkuat ekosistem transaksi digital di Banyuwangi dan sekitarnya," ujarnya.

Salah satu merchant yang memanfaatkan layanan tersebut adalah Bares Grosir, supermarket milik Affendi Sudirman. Menjadi mitra BRI sejak 2016, usaha ritel itu mencatat volume transaksi melalui mesin EDC berkisar Rp100 juta hingga Rp200 juta per bulan.

Affendi mengatakan, penggunaan EDC membantu mempercepat proses pembayaran sekaligus memberikan kemudahan bagi pelanggan yang kini semakin terbiasa bertransaksi secara non-tunai.

"Selama menjadi mitra BRI, layanan EDC sangat membantu kami dalam melayani berbagai metode pembayaran pelanggan. Proses transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan aman," katanya.

Menurut Affendi, tren pembayaran digital terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu membuat keberadaan EDC menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha ritel.

"Kami merasakan bahwa pembayaran digital telah menjadi kebutuhan utama pelanggan dalam berbelanja. Karena itu, keberadaan EDC BRI sangat mendukung pelayanan kami kepada konsumen," ujarnya.

Data BRI menunjukkan, hingga 27 Juli 2026, segmen merchant supermarket menyumbang volume transaksi EDC sebesar Rp3.035.385.426 di wilayah kerja BRI BO Genteng.

BRI menyatakan akan terus memperluas jaringan merchant EDC sebagai bagian dari penguatan inklusi keuangan dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat daya saing pelaku usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.[]

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index