SITUBONDO - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Cabang Situbondo terus memperkuat dukungannya terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran pembiayaan produktif.
Salah satu penerima manfaatnya adalah Catering N, usaha kuliner milik Anwari yang kini mampu memproduksi hingga 1.500 roti bluder per hari dengan omzet sekitar Rp15 juta per hari.
Anwari mengungkapkan, pengembangan usahanya didukung akses pembiayaan dari BRI Situbondo yang pertama kali diperoleh pada 2019 sebesar Rp100 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat modal kerja dan menambah fasilitas produksi," kata Anwari saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).
Seiring meningkatnya permintaan pasar, usaha yang dijalankannya terus berkembang. BRI Situbondo kemudian kembali memberikan dukungan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saat ini mencapai Rp300 juta.
"Dulu ovennya cuma tiga biji. Sekarang sudah banyak dan alat-alat produksinya semakin lengkap," tambah Anwari.
Menurut dia, tambahan modal tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional usaha. Produk utama Catering N berupa roti bluder dipasarkan dengan harga mulai Rp7.000 hingga Rp15.000 per buah.
Saat ini, usaha tersebut mampu memproduksi sekitar 1.500 roti setiap hari dengan nilai omzet harian mencapai sekitar Rp15 juta. "Sekarang dalam sehari kami bisa memproduksi sekitar 1.500 biji roti. Kalau dihitung omzetnya bisa mencapai sekitar Rp15 juta per hari," katanya.
Sementara itu Pemimpin Cabang BRI Situbondo, Ary Juwono, mengatakan keberhasilan Catering N mencerminkan efektivitas pembiayaan produktif dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan memperluas kapasitas usaha.
Menurut Ary, UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah sehingga perlu didukung melalui akses pembiayaan yang memadai dan berkelanjutan.
"Keberhasilan Catering N menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mendapatkan akses permodalan yang sesuai dengan kebutuhan usahanya. BRI hadir untuk memberikan dukungan tersebut agar pelaku usaha dapat terus meningkatkan skala bisnisnya," ujar Ary.
Ia menambahkan, BRI tidak hanya fokus pada penyaluran kredit, tetapi juga mendorong penguatan ekosistem usaha melalui pendampingan dan peningkatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM.
Menurut Ary, peningkatan kapasitas produksi dan omzet UMKM akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas usaha masyarakat.
"Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas. Ketika kapasitas produksi meningkat, pasar semakin luas, dan omzet bertumbuh, maka dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat sekitar melalui terbukanya peluang kerja dan meningkatnya perputaran ekonomi," katanya.
BRI Situbondo, lanjut Ary, akan terus memperluas akses pembiayaan produktif melalui berbagai program, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), guna memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
"BRI akan terus hadir mendampingi pelaku UMKM melalui pembiayaan, pendampingan, dan literasi keuangan. Kami ingin semakin banyak usaha lokal yang tumbuh kuat, berdaya saing, dan menjadi penggerak ekonomi daerah," tutup Ary.[]